Beranda Hunian ‘Tajur Jadi Kawasan Hunian Yang diburu Pembeli’

‘Tajur Jadi Kawasan Hunian Yang diburu Pembeli’

0
BERBAGI
Tidak heran kalau minat warga Jabodetabek yang tinggi untuk memiliki rumah di Tajur sebagai produk investasi maupun rumah kedua di kawasan tersebut, ditangkap oleh manajemen Royal Tajur dengan mengembangkan produk hunian yang unik dan berkualitas.(foto ist)

BOGOR, tpcom- Wilayah selatan Kota Bogor (Bogor Selatan), khususnya daerah Tajur merupakan kawasan favorit untuk hunian. Mengapa? Sebab sama seperti di Jakarta, wilayah Selatan (Jakarta Selatan) lebih sejuk dan hijau, dibanding Barat dan Utara. Demikian pula dengan wilayah Bogor Selatan yang berpanorama pengunungan, sehingga menjadi tujuan wisata favorit dan bisnis yang sangat hidup.

Demikian menurut Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur, seperti yang dituturkannya Jumat (28/6) soal peta pasar perumahan di Bogor.

Secara administratif Tajur masuk wilayah Kotamadya Bogor, dan secara geografis tanah Bogor Selatan itu lebih tinggi dari wilayah Bogor lainnya, sehingga image-nya menjadi kawasan hunian yang prestisius selalu melekat.

Untuk bisnis (pusat belanja) dan hiburan, di sepanjang Jl. Raya Tajur, setidaknya ada dua pusat perbelanjaan besar sedang dibangun yang akan melengkapi aktivitas pariwisata dan pengembangan permukiman di Bogor Selatan, yaitu proyek Mall Boxis 123 dan Trans Mart. Bahkan juga sedangkan dibangun bowling center untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Pemerintah Kota Bogor memang menyiapkan wilayah Selatan sebagai daerah permukiman dengan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) rendah dan ruang Terbuka Hijau. Bogor Selatan sudah ditetapkan dengan KDB 30% yang mengatur lahan yang boleh dibangun untuk pengembangan perumahan hanya 30% dari total lahan pengembangan.

Foto ist

Tentunya berdampak positif bagi konsumen karena akan lebih banyak taman dan lahan hijau di perumahan yang menjadikan lingkungan menjadi lebih asri dan segar (sehat). Mungkin karena itu, tidak banyak pengembang yang membangun perumahan di kawasan ini. Salah satu adalah perumahan mewah Royal Tajur.
Royal Tajur

Frans Hartono, mengatakan keterbatasan pasokan hunian di Bogor Selatan menguntungkan perumahan Royal Tajur yang dikembangkan pihaknya dengan luas kawasan mencapai 84 ha.

“Posisi Royal Tajur itu strategis karena terletak di koridor komersial Jalan Raya Tajur yang direncanakan oleh Pemerintah Bogor menjadi sub-CBD Kota Bogor dan mempunyai akses ke Jalan Raya Tajur dengan akses 2 gerbang Tol (Gerbang Tol Bogor dan Gerbang Tol Ciawi). Ditambah lagi akses Tol Bocimi, yang dari arah Sukabumi bisa langsung keluar ke Jalan Raya Tajur. Kami mencoba memaksimalkan pengembangan sisa lahan kami yang makin terbatas ini,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

BACA JUGA: Royal Tajur Sabet Green Property Awards 2018 Karena Konservasi Lingkungan

Akses transportasi dari Tajur ke Bandara Soekarno – Hatta Jakarta juga sangat terbuka dengan tersedianya angkutan bus regular dari Ramayana Tajur, ke depan pengembang perumahan Royal Tajur bekerjasama perusahaan jasa transportasi menyediakan bus regular dari Royal Tajur ke Bandara Halim Perdana Kusuma dengan jadwal setiap jam keberangkatan.

Menurut Frans, Bogor Selatan ini sama seperti selatan Jakarta yang menjadi wilayah favorit dan prestisius untuk hunian. “Seperti Pondok Indah, Kemang dan sekitarnya yang merupakan kawasan hunian favorit di selatan Jakarta.”

Tidak heran kalau minat warga Jabodetabek yang tinggi untuk memiliki rumah sebagai produk investasi maupun rumah kedua di kawasan tersebut, ditangkap oleh manajemen Royal Tajur dengan mengembangkan produk hunian yang unik dan berkualitas.

“Kami perbanyak pengembangan konsep rumah resort split level di lahan terasering. Ini karena salah satu keunggulan Royal Tajur karena lahannya yang berkontur dan dilalui sungai kecil. Konsep rumah model ini diminati untuk rumah tinggal maupun kebutuhan wisata,” kata Frans lagi.

Salah satu produk ini adalah hunian di klaster Avebury seharga Rp1,2 miliar yang dikembangkan di lahan seluas 5,5 ha. Hunian ini dua lantai dengan tipe Upslope dan Donwslope yang luas bangunannya 72 m2 dan lahan 97,5 m2. Jadi kami sekarang fokus pada hunian dua lantai di lahan berkontur.
Di samping itu, pihaknya masih menawarkan beberapa rumah hook 1 lantai ready stock dalam jumlah terbatas dengan luas tanah 148 m2, 218 m2 dan 332 m2 dengan konsep rumah tumbuh.

Menurut Frans, Royal Tajur sangat diuntungkan karena dikembangkan oleh Suryamas Group, pengembang Rancamaya Golf Estate. Pengembangan yang telah mengembangkan sejumlah proyek unggulan di Jabodetabek, antara lain Rancamaya Golf Estate, Rancamaya Golf & Country Club, R Hotel Rancamaya, Mahogany Residence, dan Harvest City.

LEAVE A REPLY