Beranda Mixed Use Kota Kasablanka, Sukses Setelah Mengabaikan Ramalan Feng Shui

Kota Kasablanka, Sukses Setelah Mengabaikan Ramalan Feng Shui

0
BERBAGI
Lobi Kota Kasablanka, pusat perbelanjaan terbaru di Jakarta. (Dok. TripAdvisor)

JAKARTA, tpcomNama Kota Kasablanka mungkin belum banyak yang nggeh, tetapi dengan menyebut Kokas jelas banyak yang cepat mengenal bahwa yang dimaksud adalah mal baru yang ada di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan.

Menurut A. Stefanus Ridwan, Direktur Pakuwon Jati Group, pengembang Kokas atau Kota Kasablanka, tingkat kunjungan harian di pusat perbelanjaan itu berkisar 65.000- 70.000 pengunjung per hari. Dan jumlah itu meningkat tajam menjadi 90.000 hingga 120.000 pengunjung pada akhir pekan. Bahkan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah datang ke pusat perbelanjaan ini pada Juli lalu untuk menyampaikan pidato dalam Kongres Diaspora ke-IV.

Intensitas kunjungan ke Mal Kota Kasablanka alias Kokas ini menunjukkan betapa pusat ritel baru di Ibukota itu ramai dikunjungi- satu deskripsi yang memberikan gambaran kesuksesan tentunya.
Siapa sangka pusat perbelanjaan yang ada di dekat pemakaman umum [Kampung Pulo] dan terkenal dengan mitos terowongan Casablanca yang berbau horor, kini malah berjubel dikunjungi oleh warga Jakarta. Menjadi tempat lokasi janjian untuk bertemu relasi, bertemu teman, hingga pilihan lokasi hang-out bagi anak muda maupun kalangan eksekutif.

A. Stefanus Ridwan. (Dok. Indonesia Shopping Center)

“Dulu, waktu kami akan membangun Kokas, kami disarankan untuk tidak membangunnya karena Feng-shui-nya dibilang jelek, gelap. Mungkin karena lokasinya dekat pemakaman kali. Tetapi kami lanjut dengan keyakinan bisnis kami. Kami mencoba mematangkan konsepnya dan lanjut membangunnya,”  kata Stefanus dalam suatu perbincangan di sela-sela acara temu pengembang di Hotel JS Luwansa, Jakarta, baru-baru ini.

“Kini, hasilnya malah melebihi ekspektasi kami. Kunjungan di hari Sabtu dan Minggu itu mencapai 90.000 hingga 200.000 orang. Parkiran bahkan penuh, padahal kapasitas parkir kami lebih besar. Dari parkir saja kami bisa dapat Rp3 miliar per bulan.”

Kota Kasablanka bisa jadi sebuah kisah sukses pemasaran properti di Ibukota di tengah kondisi pasar yang lesu. Kesuksesan itu juga tidak biasa karena menyulap lahan di lokasi yang sesungguhnya tidak ideal sebab dekat pemakaman- sehingga mungkin tak salah pakar Feng Shui melarang meneruskan proyek tersebut. Tetapi keyakinan dan keberanian Pakuwon Jati Group sebagai pengembang melalui anak usaha PT Elite Prima Hutama berhasil membalikkan semua ramalan dan ketakutan menjadi kesuksesan. Lagian, punya lahan 9,5 ha masak tidak boleh dikembangkan, tentu Pakuwon lebih memilih melanjutkan rencana bisnisnya ketimbang tunduk pada ramalan-ramalan. Maka, dibangunlah proyek itu di lahan seluas 9,5 ha pada 2008 dengan proyek pertama yang terdiri dari Pusat Perbelanjaan, Perkantoran dan Apartemen, yang kemudian beroperasi pertama kali pada 31 Agustus 2012.

Rendering Proyek properti terpadu Kota Kasablanka di Jakarta Selatan. (Dok. Pakuwon)

A Blessing in Disguise Dari Instuisi Bisnis

Kota kasablanka meraih kesuksesan didukung oleh sejumlah faktor yang memadai. Perusahaan ini sudah lama bermain di bisnis pusat perbelanjaan, dimana tentu kita tidak lupa, salah pusat perbelanjaan mereka, Blok M Plaza terbilang sukses dan menjadi ikon kawasan Blok M bersama Pasar Raya, sudah sejak lama. Jangan lupa pula, Stefanus bisa bilang salah satu dedengkot aosiasi pemain ritel nasional. Dia lama aktif di Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI), bahkan lama menjadi ketua di asosiasi tersebut.
Jadi melawan ramalan Feng Shui sekaligus mengabaikan saran agar tidak melanjutkan proyek Kokas, didorong oleh kombinasi intuisi bisnis dan kalkulasi angka-angka.

Menurut Stefanus, Kokas berhasil menarik pengunjung hingga ke Bekasi. Banyak orang Bekasi kini lebih suka melakukan hangout di Kokas. Dalam perjalannya, pekerja komuter dan eksekutif yang bekerja di Jakarta dan berumah di Jakarta Timur hingga Bekasi, lebih memiliki berhenti sejenak di Kokas untuk menghindari kemacetan saat akan pulang.

Kini, Kokas menjadi tempat kuliner favorit bagi warga komuter poros Bekasi- Jakarta dan warga sekitar Jakarta Timur, terutama kawasan Tebet. Menurut Stefanus, limpahan pengunjung dari lokasi tersebut sudah cukup membuat mal Kokas kebanjiran pengnjung setiap harinya.
Kota Kasablangka sesungguhnya bukan hanya pusat perbelanjaan dengan kuliner yang banyak digandrungi pengunjung. Akan tetapi, Kokas adalah kawasan properti terpadu yang juga dilengkapi oleh menara perkantoran, apartemen dan hotel.

Proyek properti terpadu ini terdiri pusat perbelanjaan seluas 195.000 m2, pekantoran seluas 82.000 m2, apartemen seluas 161.000 m2 dan hotel seluas 53.000 m2. Pakuwon Jati mengembangkan proyek itu dengan bangunan properti meliputi menara perkantoran Eighty 8, mal Kota Kasablanka, 3 menara apartemen Kota Kasablanka Tahap II, apartemen Casa Grande, Kota Kasablanka Office Tower Tahap II, dan Prudential Center Kota Kasablanka.

LEAVE A REPLY