Beranda Hotel Agung Podomoro Cetak Sejarah Saat Lego Hotel Pullman ke Bursa Thailand

Agung Podomoro Cetak Sejarah Saat Lego Hotel Pullman ke Bursa Thailand

0
BERBAGI
Pullman Central Park, Jakarta, salah satu hotel termegah di Indonesia yang dilego ke pasar modal Thailand. (Dok. expedia.com.sg)

TPCOM, JAKARTA— Walau tertunda, PT Agung Podomoro Land Tbk. menargetkan penjualan Hotel Pullman Central Park, Jakarta bisa terealisasi pada Agustus ini di Bursa Efek Thailand dengan menggunakan skema dana investasi real estate atau DIRE.

Berapa nilai jual hotel nan mewah ini? Berdasarkan laporan keuangan perusahaan properti papan atas itu per Desember 2015 lalu diungkap nilai wajar hotel mewah bintang lima itu mencapai Rp1,3 triliun.

Pullman Central Park termasuk hotel baru yang masuk ke pasar hospitality di Jakarta yang beroperasi sejak 2011 dengan kapasitas 317 kamar tidur yang berada dalam kesatuan area superblok Podomoro City di Tomang, Jakarta Barat.

Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land Veri Y. Setiady, sebagaimana dilansir oleh Harian Bisnis Indonesia, menyebutkan penjualan itu dilakukan oleh Strategic Property Investors Company Limited, selaku Manajer REIT yang beroperasi di pasar modal Thailand.

“APLN ikut berpartisipasi dalam REIT yang pertama kali diluncurkan oleh Stock Exchange of Thailand untuk me-listing properti-properti di luar Thailand. Kami hanya me-listing proyek kami bersama properti lain di kawasan Asia lainnya. Mudah-mudahan bisa closing Agustus ini,” katanya, Senin (7/8/2017).

Dalam hal ini, Agung Podomoro turut menjadi perintis penebitan instrumen DIRE yang kini sedang tren di Indonesia dengan nama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset(KIK EBA).

Antara PLN dan Strategic Property Investors Company Limited ada kesepakatan investasi tersebut pada akhir Februari 2017, sebagai pembaharuan kesepakatan kerjasama investasi itu yang sudah dibuat sebelumnya pada Agustus 2016.
Penerbitan DIRE oleh Agung Podomoro ini berubah dari rencana awal yang memasukkan portofolio mereka yang lain di Bali, Hotel Sofitel Nusa Dua Resort.

Hotel mewah di Bali ini -tercatat pula dalam laporan keuangan APLN per Desember 2015 dengan nilai buku wajar sebesar Rp1,9 triliun- urung dimasukkan dalam DIRE itu, sehingga yang dilego tinggal Hotel Pullman Central Park. Hotel Sofitel sendiri merupakan hotel yang pernah digunakan sebagai tempat perhelatan bergengsi, Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) pada 7-8 Oktober 2013. Hotel resor ini memiliki 415 kamar tamu, termasuk 39 suite dan vila serta fasilitas resor lengkap. Penjualan kedua aset ini sudah digaungkan oleh Agung Podomoro sejak tahun lalu dengan nilai aset lebih dari Rp3 triliun.

Terkait tertundanya penerbitkan DIRE untuk aset Hotel Pullman Central Park di Bursa Eefek Thailand dari rencana semula semester I tahun ini, menurut Veri, karena butuh waktu tambahan untuk mengurus izin ke OJK Thailand yang menjadi otoritas pasar modal di negara Gajah Putih tersebut.

LEAVE A REPLY