Beranda Finansial REI Tidak Persoalkan Ditjen Pembiayaan Perumahan Diubah Jadi Pembiayaan Infrastruktur

REI Tidak Persoalkan Ditjen Pembiayaan Perumahan Diubah Jadi Pembiayaan Infrastruktur

0
BERBAGI
Gambar ilustrasi dari proyek Jaya Ancol Seafront. (Dok repro)
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Soelaeman Soemawinata. (Dok. Majalah Properti Indonesia)

TPCOM, JAKARTA– DPP Real Estat Indonesia (REI)– asosiasi pengembang yang menghimpun sedikitnya 3.000 developer aktif di seluruh Indonesia- menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan Kemen PUPERA untuk mengubah nomenklatur Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menjadi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur.

Asosiasi pengembang ini lebih fokus melihat pada komitmen kementerian dan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menyediakan anggaran pembiayaan bagi program perumahan rakyat yang selama ini menjadi bisnis inti bagi 75% anggota pengembangnya.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan pihaknya tidak dalam posisi menolak kebijakan perubahan ditjen yang selama ini dikhusukan untuk mengelola kebijakan pembiayaan perumahan rakyat menjadi diperluas untuk pembiayaan infrastruktur.

“Kepetingan REI melihat kebijakan itu dari sisi komitmen untuk pembiayaan perumahan rakyat atau masyarakat berpenghasilan rendah. Selama komitmen itu tinggi dan terus meningkat, maka perubahan nama itu tidak menjadia persoalan,” ujar mantan petinggi Grup Alam Sutera tersebut saat acara Berbuka Puasa Bersama DPP REI dengan wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih jauh, Eman begitu Pak Ketum REI ini biasa dipanggil, mengatakan pihaknya berharap perubahan nomenklatur menjadi Ditjen Pembiayaan Infrastruktur itu justru makin meningkatkan peluang dalam menyediakan dana untuk program perumahan rakyat.

Sebelumnya, Menteri PUPERA Basuki Hadimuljono menjelaskan perubahan nomenklatur ini bertujuan mencari alternatif-alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur sehingga tak melulu mengandalkan APBN. Nantinya sejumlah badan di Kementerian PUPR akan dimasukkan ke Ditjen tersebut.

Dia memberi contoh Badan Pengatur Jalan Tol dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum serta Direktorat Investasi akan berada dibawah ditjen pembiayaan Infrastruktur tersebut.

“Saya akan perluas itu supaya produknya lebih baik dan lebih banyak,” kata Basuki Hadimuljono, sebagaimana dilansir oleh Tempo.co, baru baru ini.

REI Optimistis Realisasikan 210.000 Unit

Ketum DPP REI mengungkapan realisasi pembangunan rumah bersubsidi di sejumlah daerah melebihi dari perkiraan semula sehingga target pembangunan sebanyak 210.000 unt pada tahun ini bakal bisa direalisasikan.

“Saya cek ke pengembang dan DPD REI ternyata beberapa pengembang telah merealisasikan pembagunan rumah melewati dari perkiraan semula. Beberapa pengembang mencapai hal serupa ini.”

Menurut Eman, REI telah memprioritaskan pembangunan rumah MBR dengan bidik pasarnya meliputi kelompok PNS, TNI/Polri, pekerja disekitar kawasan industri dan kelompok masyarakat sektor informal.

Dalam hal ini, REI telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) milik TNI dan Mabes Polri. Kerjasama serupa juga dilakukan dengan Korpri dan Bapertarum-PNS untuk menggalang parsisipasi pasar dari kelompok PNS. Bahkan asosiasi pengembang tertua dan terbesar di Asia Tenggara tersebut juga mengandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk menggarap segmen pekerja formal dan non formal.

LEAVE A REPLY